9 Etika Mengendarai Motor Sehari Hari Yang Disepelekan

Ternyata ada 10 etika mengendarai motor sehari hari yang dianggap sepele, seperti diketahui jalan raya adalah milik bersama. Jadi pengendara motor, mobil dan pejalan kaki harus mentaati peraturan yang sudah ditetapkan sehingga tercipta ketertiban.

Kali ini MangCara akan membahas mengendarai motor yang baik selain harus memiliki dokumen seperti Surat Izin Mengemudi (SIM). Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kemudian biker harus menggunakan perlengkapan safety riding diantaranya helm SNI, jaket dan sepatu.

Advertisement

Tidak jarang kecelakaan dalam berkendara karena pengemudi melupakan 9 cara mengendarai motor yang benar, nah apa saja hal tersebut silahkan simak dibawah.

9 Etika Mengendarai Motor Sehari Hari

9 Etika Mengendarai Motor Sehari Hari Yang Disepelekan

1. Menyalakan lampu sein

Sebaiknya menyalakan lampu sein kurang lebih 5 meter sebelum memutuskan untuk berbelok baik belok kiri atau kanan, sehingga pengemudi dibelakang dapat mengambil jarak. Meskipun tidak semuanya terkadang wanita menggunakan lampu sein yang salah yaitu belok kanan yang nyala sein kiri atau sebaliknya.

Selain itu MangCara beberapa kali mengalami pengemudi baik motor atau mobil menyalakan sein dan langsung belok atau menepi,  hal ini membahayakan kendaraan dibelakangnya maupun dirinya sendiri.

Yang benar jika harus menepi atau belok mulailah menurunkan kecepatan dan perhatikan kecepatan kendaraan dibelakang dari spion apabila padat berilah jarak meskipun tujuan belok atau menepi Anda sudah terlewati.

2. Jangan menggunakan handphone ketika berkendara

Yang dimaksud disini bukan menggunakan hp seperti main game melainkan ada panggilan masuk, pesan whatsapp, SMS sekiranya harus mengangkat atau membalas wajib meminggirkan kendaraan terlebih dahulu.

Karena selain dapat berbahaya bagi Anda dan pengendara lainnya, sebagai contoh driver ojek online mendapat order atau mencari alamat penumpang mengangkat atau terus memperhatikan map hal ini sangat tidak dianjurkan, yang benar adalah menepi.

3. Jangan memacu motor dengan kecepatan tinggi

Ketika sudah dijalan bukan saja akan bertemu dengan sesama pengguna motor atau mobil, pejalan kaki yang melihat kedatangan Anda. Tetapi bisa saja hewan seperti anjing atau kucing yang menyebrang, jika dalam kecepatan tinggi akan sulit menghindari hewan tersebut yang berpotensi menabraknya.

Tetapi jangan juga mengendarai motor dengan kecepatan terlalu rendah jelas ini juga dapat mengganggu pengendara dibelakangnya.

4. Gunakan klakson dengan bijak

Semua pengendara juga pasti ingin cepat sampai ditempat tujuan, namun banyak sekali pengemudi yang tidak sabar dengan membunyikan klakson berulang ulang padahal kondisi jalanan sedang ramai atau macet. Hal ini dapat mengganggu pemakain jalan lain dan bisa berujung kesalahpahaman.

5. Penggunaan lampu dim/high beam yang benar

Lampu dim/high beam atau sering disebut lampu jauh sebaiknya digunakan pada situasi jalan dengan pencahayaan kurang untuk menjangkau objek yang jauh. Jangan digunakan pada jalan ramai atau terang apabila terpaksa sebaiknya kembalikan lagi ke lampu dekat.

Baca juga: Pulang Kampung dengan motor matic

Selain itu lampu dim digunakan untuk keberadaan kendaraan Anda kepada pengendara dari arah yang berlawanan, kemudian bisa juga digunakan untuk memberi sinyal akan mendahului kepada pengemudi yang berada di depan.

6. Parhatikan lampu lalu lintas

Traffic light berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas supaya lancar/tertib, jadi pahami betul arti dari lampu merah harus berhenti, hijau untuk jalan kemudian kuning hati hati. Tetapi yang terjadi selain menerobos lampu merah ada juga pengemudi yang malah memacu kendaraan lebih cepat pada saat lampu kuning menyala.

Kemudian yang sedang kena lampu merah ketika lampu berubah menjadi kuning (belum hijau) langsung tancap gas, sudah dipastikan berpotensi akan terjadi benturan dan satu sama lain klaim menurut aturanya sendiri sendiri, yang benar adalah kurangi kecepatan ketika lampu kuning dan jangan memilintir gas ketika belum lampu hijau.

7. Stop mengemudi ala pembalap moto GP

Salah satu kesalahan mengendari motor dalam kehidupan sehari hari adalah berkendara ugal ugalan dengan salip kiri, belok kanan kemudian miring kiri dan miring kanan. Anda bukan Valentino Rossi dengan skill tinggi dan membalap di sirkuit.

Ingat jalanan digunakan bersama untuk itu hargai orang lain agar hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Dan dengan membawa motor seperti itu Anda tidak akan mendapat simpati dari orang lain malah bisa jadi sumpah serapah yang diterima.

8. Jangan mengobrol di motor

Kebiasaan naik motor yang sering terjadi adalah mengobrol dengan penumpang dibelakang, ok jika si pengemudi tetap fokus melihat kedepan ketika mengobrol. Tetapi yang namanya mengobrol dengan mengggunakan helm tentu tidak akan jelas terdengar hal inilah yang akan menjadi masalah.

Berdasar pengalaman suara penumpang akan terdengar oleh pengemudi tetapi suara pengemudi akan samar samar terdengar penumpang, hal ini membuat pengemudi akan menoleh kebelakang dan penumpang akan mendekatkan telinga kedepan yang tentunya bisa membahayakan.

Selain itu MangCara sering melihat mengobrol dengan sesama biker (berdampingan) jelas hal ini mengganggu pengendara lain karena memakan lajur.

9. Membuang ludah dan merokok

Terkadang ada pengendara motor yang membuang ludah meskipun ke arah kiri namun dengan motor yang melaju, percikan ludah tersebut akan mengenai pengandara dibelakangnya.

Kemudian kesalahan lain dari pengendara baik motor ataupun mobil yaitu merokok biasanya pengemudi mobil ayik membuang sekar atau sekar roko dibalik jendela, sementara pengendara motor meskipun tidak dibuang sekar tersebut akan tertiup angin dan mengenai orang pengguna jalan dibelakangnya.

Itulah 9 etika mengendarai motor sehari hari yang sering dianggap sepele sehingga dapat memicu ketidaknyamanan dari pengguna jalan lain.

Jika ingin dihargai orang lain hargai dahulu orang lain dengan begitu ketertiban di jalan akan berjalan, paling tidak apabila terjadi sesuatu Anda berada pada posisi yang sesuai denga peraturan, norma dan etika berkendara.

Foto ilustrasi: pixabay.com/photos/bike-biker-rider-motorcycle-sport-3948804/

Advertisement