Pengalaman Jadi Ojol Yang Lucu, Seru, dan Sedih

Tepatnya bulan Desember 2016 MangCara daftar Grabbike untuk menambah penghasilan disamping memiliki kerja utama. Tidak terasa ngebid dari 2016 sampai sekarang penghujung 2019 ada beberapa pengalaman jadi ojol yang mengundang keseruan, lucu dan sedih.

Tentunya semua kejadian yang menyenangkan dan kurang menyenangkan tersebut merupakan salah satu resiko jadi ojol. Salah satu pengalaman jadi driver Grabbike yang menyedihkan adalah ketika bulan puasa ada konsumen yang order Grab Food namun dibatalkan.

Advertisement

Tetapi menurut MangCara lebih banyak suka nya ketimbang duka diantaranya penghasilan Grab perhari dapat membantu ekonomi keluarga. Tanpa harus menunggu selama 1 bulan untuk gajihan, dibawah MangCara akan berbagi pengalaman jadi ojek online oke langsung simak saja yah.

Pengalaman Jadi Ojol Yang Lucu, Seru, dan Sedih

I. Cerita Sedih Jadi Ojol

1. Harus 3 Kali Bolak Balik Ke Cibubur

Berbeda dengan sekarang pendaftaran Grabbike sekarang yang bisa lewat online dan akun langsung jadi pada hari itu juga. Tahun 2016 untuk bergabung menjadi mitra Grabbike MangCara harus 3 kali mengalami seleksi yang pertama menyerahkan persyaratan Grabbike yaitu STNK, SIM, KK, KTP, SKCK dan dokumen jaminan seperti ijazah atau buku nikah.

Namun tidak lama ijazah sebagai jaminan Grabbike dikembalikan, yang kedua datang kembali untuk test safety riding dan test tulis mengenai cara berkendara yang baik. Dan terakhir pada minggu berikutnya melihat pengumuman apakah lulus seleksi yang dilanjutkan dengan pengambilan atribut setelah sebelumya melakukan cek kendaraan.

Lalu sedihnya dimana? sebenarnya bukan sedih tapi sebuah pengorbanan untuk mendaftar driver, karena status MangCara masih sebagai karyawan harus mengambil cuti padahal belum waktunya kemudian bertukar jadwal kerja dengan teman.

2. Bingung Ketika Ada Orderan Masuk

Setelah akun Grabbike dapat digunakan MangCara langsung ngebid, namun bingung harus bagaimana ketika handphone berbunyi tanda ada order masuk. Hal tersebut karena MangCara tidak memperhatikan briefing di Cibubur cara mengambil penumpang.

Alhasil handphone hanya di plototin saja dan akhirnya penumpang cancel orderan padahal itu merupakan orderan pertama.

3. Salah Titik Penjemputan

Karena MangCara belum mengatur maps sehingga kesulitan mencari lokasi penjemputan, harusnya dari aplikasi klik penjemputan untuk diarahkan. Namun MangCara mengetik ulang/manual penjemputan sesuai yang tertera pada alamat penumpang alhasil titik selalu salah otomatis penumpang membatalkan perjalanan.

Untuk yang mengalami masalah seperti saya dapat membaca artikel: cara mengatur peta Grabbike.

4. Penumpang Minta Buru Buru

Biasanya pada pagi hari (hari kerja) orang tergesa gesa untuk beraktifitas sehingga cenderung chat “cepetan ya bang”, atau “posisi dimana pak bisa bisa cepat tidak”. Jika chat tidak dibalas langsung melakukan panggilan gratis lewat aplikasi.

Mungkin penumpang tidak tahu driver tidak selalu mengetahui lokasi karena tidak mengenal daerah tersebut, dan hanya mengekuti panduan maps. Yang terkadang malah muter muter untuk mencapai titik penjemputan nah ketika sudah sampai penumpang mengatakan “kenapa muter muter padahal lewat sana/sini lebih cepat.

Selain itu terkadang beberapa kali MangCara sudah terburu buru namun ketika sampai ditujuan penumpang belum siap.

II. Cerita Lucu Jadi Driver Grabbike

1. Yang Pesan Bukan Yang naik

Pengalaman Jadi Ojol Yang Lucu, Seru, dan Sedih

Ada kejadian lucu dimana MangCara mendapatkan pekerjaan di sebuah stasiun, si pemesan mengatakan jemput di halte yah dalam chat. MangCara pun pergi ketempat yang diminta namun ketika mengklik Saya Sudah Sampai penumpang tidak kunjung datang.

Dan setelah di chat lagi dia mengatakan sedang menuju ke halte setelah 10 menit berlalu penumpang masih belum muncul padahal nama sudah dipanggil berulang ulang. Akhirnya MangCara chat kembali dan posisi dimana, ternyata yang naik adalah adiknya dan lucunya dia makan gorengan dari tadi persis duduk disebelah MangCara.

Namun berkah dari kesabaran menunggu MangCara mendapat komentar positif dari si pemesan he he.

2. Pemesan Memiliki Nama Sama Dengan MangCara

Suatu ketika mendapat order dengan nama perempuan kemudian tidak lama dia mengatakan yang naik suaminya dengan memberi tahu namanya dan ciri cirinya. Karena sedang tidak konsentrasi MangCara bingung contoh chatnya seperti ini “Yang naik suami saya namanya Andi berjenggot”.

Dan yang MangCara kira saya (Andi) berjenggot lalu saya membalas chat maaf saya tidak berjenggot, padahal yang dimaksud suami dia Andi (nama sama dengan saya) dengan ciri cirinya berjenggot.

3. Lupa Bawa Dompet

Iseng iseng MangCara menyalakan aplikasi di rumah padahal saat itu belum siap, agar penumpang tidak kecewa MangCara langsung menghidupkan motor tidak lupa mengenakan atribut.

Dan lucunya ketika menyelesaikan pekerjaan kemudian penumpang membayar bukan dengan uang pas MangCara kebingungan untuk mengembalikan uang karena tidak membawa dompet.

4. Lupa Jalan Keluar Perumahan

Mendapat penumpang dengan perumahan yang luas dan berbelok belok jika tidak konsentrasi pasti bingung selepas menurunkan penumpang untuk mencari jalan keluar. Mau bertanya tidak ada orang dan ingin mengarahkan maps seperti yang dikatakan diatas belum di setting sehingga peta tidak muncul.

III. Kejadian Menyenangkan Jadi Ojol

1. Memiliki Banyak Teman Driver

Sambil menunggu order masuk MangCara biasanya menyapa dan mengobrol dengan pengemudi lain, disana sering mendapat inspirasi cara ngebid supaya banyak orderan. Salah satunya jadi tahu jam ramai atau tempat yang berpotensi mendapat penumpang.

2. Mengetahui Berbagai Tempat Dari Penumpang

Selain mengetahui suatu daerah dari tujuan penumpang berdasarkan pengalaman MangCara tahu tempat tempat bisnis. Misalnya pernah mengantar penumpang dimana lokasi tersebut merupakan toko grosir pakain dan manfaatnya MangCara bisa membuka toko online dengan mengambil barang dari lokasi tersebut.

3. Mendapat Uang Tip

Sering sekali MangCara mendapatkan uang tip walaupun penumpang menggunakan promo non tunai tetapi penumpang ada yang membayar full ongkos perjalanan. Atau yang membayar uang tunai namun tidak mengambil uang kembalian.

4. Tek Tok

Ngebid yang enak itu setelah menurunkan penumpang tidak lama kemudian mendapat penumpang dengan lokasi MangCara mangkal. Atau ketika memutuskan ingin pulang mendapat penumpang searah dengan tempat tinggal.

Itulah pengalaman jadi ojol yang lucu, seru dan sedih yang MangCara rasakan selama ini, pastinya pengalaman setiap driver berbeda beda.

Entah lucu atau seru setelah selesai hujan orderan mudah sekali dan akun menjadi gacor namun blast yaitu titik penjemputan terlalu jauh dari lokasi driver berada.

Advertisement

Leave a Reply