Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Persiapan Mudik Dengan Motor Matic Agar Tetap Asyik

Banyak yang merasa untuk perjalanan jauh lebih enak menggunakan motor sport (kopling manual) jika dibanding mudik dengan motor matic. Turunan, tanjakan dan tikungan pasti akan dilalui sehingga motor laki dianggap lebih nyaman selain juga dari segi akselerasi lebih mumpuni.

Tetapi apabila Anda hanya memiliki dan baru bisa mengendarai motor matic, bukan masalah besar dengan catatan sebelumnya mempersiapkan motor untuk mudik. Diantaranya yaitu oli motor harus sudah ganti kemudian ban tidak gundul atau layak pakai.

Advertisement

Pada kesempatan MangCara akan berbagi tips mudik menggunakan motor dengan transmisi otomatis atau motor matic. Sehingga Anda dapat berkendara dengan nyaman kemudian selamat sampai dikampung halaman.

Persiapan Mudik Dengan Motor Matic

Persiapan Mudik Dengan Motor Matic Agar Tetap Asyik

Servis mesin

Pada dasarnya semua jenis motor seperti motor sport, bebek dan matic harus melakukan yang namanya servis mesin rutin meskipun tidak akan melakukan perjalanan jauh (mudik). Mengganti oli mesin dan oli gardan sebelum berangkat adalah keharusan.

Jangan sampai ditengah jalan motor mogok atau ngebul gara gara oli kurang, selain itu periksa juga komponen CVT seperti V-Belt, roller, kampas ganda dll. Berdasarkan pengalaman van belt bagian yang rentan mengalami kerusakan.

Periksa kondisi ban motor

Sebenarnya memeriksa ban motor mudah sekali tanpa harus kebengkel karena apabila sudah ban gundul akan terasa oleng ketika melewati permukaan aspal yang tidak rata, genangan air bahkan melindas pasir pun motor akan terasa goyang.

Setelah ban kemudian cek juga alat pengereman apakah kampas rem masih layak atau tidak karena saat mudik dan lalu lintas padat disamping jalur yang berat sehingga kondisi rem harus prima. Karena motor matic ketika mengerem tidak bisa spontan mengandalkan engine brake seperti motor bebek dan motor kopling.

Yang tidak kalah penting periksa lampu depan dan belakang, lampu rem nyala atu tidak kemudian lampu sein apakah berfungsi atau tidak dengan tentunya aki juga harus diperhatikan.

Menggunakan helm fullface/tertutup

Dibanding helm half face menggunakan helm tertutup fullface memiliki kelebihan dari segi keamanan berdasarkan kasus kecelakaan yang pernah terjadi ketika terjadi benturan. Cara memakai helm yang benar adalah mengunci tali pengaman sampai bunyi “klik”.

Karena ada juga yang sudah menggunakan helm fullface SNI tetapi tali pengaman tidak diposisikan dengan benar sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan bisa saja helm tersebut lepas dan tidak melindungi kepala si pengendara.

Gunakan perlengkapan safety

Disamping helm perlengkapan yang harus safety ketika mengendarai sebaiknya gunakan riding jacket (bukan sweater), sarang tangan riding dan sepatu (jangan menggunakan sandal).

Membawa uang

Pengalaman pribadi MangCara ketika menggunakan motor vario pernah suatu ketika van belt putus, nah karena tidak membawa uang untuk membeli van belt akhirnya meminta saudara untuk menarik motor sampai ke rumah. Dan saya tidak membayangkan bagaimana jika kejadian tersebut di jalur Pantura pasti akan bingung.

Maksudnya membawa uang cash diluar untuk membeli bahan bakar, selain ATM bawa isi juga dompet dengan uang cash jaga jaga di jalan tidak ada mesin ATM jika dalam keadaan darurat.

Tidur yang cukup

Menurut mangCara bepergian jauh menggunakan motor dua kali lebih lelah dibanding mengendarai mobil, untuk itu sebelum mudik istirahat atau tidur yang cukup. Dan lakukan istrihat untuk membuat badan menjadi rilex disamping untuk mengistirahatkan motor sejenak.

Apalagi mengendarai motor matic akan terasa monoton yang bisa jadi membuat ngantuk akibat tinggal gas saja tanpa harus mengatur perpindahan kecepatan atau naik turun gigi dan mengatur kopling. Biasanya rasa ngantuk menyerang ketika di jalan lurus dan panjang.

Perhatikan barang bawaan

Motor matic memiliki ruang yang sedikit leluasa pada pijakan kaki sehingga dapat dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan. Memang barang dapat dijepit oleh kedua kaki tetapi apabila jarak jauh pasti akan repot, untuk itu jangan menumpuk barang terlalu tinggi yang mengganggu pandangan dan gerak dari stang motor.

Sebagai saran apabila barang harus dibawa ketika mudik Anda bisa menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirimkan barang ke kampung terlebih dahulu.

Cara Pengereman Motor Matic Yang Benar

Berbeda dengan motor transmisi manual (motor sport) atau transmisi semi otomatis (bebek), yang pengeremanya terbantu oleh engine brake dengan cara menurunkan ke gigi lebih rendah.

Untuk motor matic karena efek engine brake nya lebih kecil sehingga cenderung perlambatan/pengeraman hanya bertumpu pada roda depan dan belakang saja. Cara mengerem motor matic adalah jangan terlalu dalam menarik tuas rem karena bisa mengakibatkan ban terkunci dan akhirnya motor tergelincir.

Selain itu gunakan rem depan terlebih dahulu (ingat jangan terlalu dalam dalam menarik tuas) kemudian diikuti rem belakang. Terutama pada jalan menurun dengan menggunakan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan.

Pengereman motor yang benar adalah melihat spion terlebih dahulu apakah di belakang jarak dengan kendaraan lain aman atau tidak ketika melakukan pengeraman. Tetapi hal tersebut bisa dilakukan ketika berkendara dalam situasi jalanan normal, karena jika sudah darurat mungkin langsung menekan tuas rem.

Demikianlah informasi singkat untuk persiapan mudik dengan motor matic agar tetap asyik ketika menempuh perjalanan jauh, sekali lagi perhatikan kondisi motor apalagi motor matic yang harus melakukan perawatan ekstra karena jika ada salah satu komponen mesin yang rusak biasanya akan merembet ke komponen lain.

Advertisement

Leave a Reply